ONTOGENI Acacia auriculiformes

 

ONTOGENI  DAUN Acacia auriculiformis

  1. Pendahuluan

            Acacia auriculiformis atau dalam bahasa indonesia pohon akasia tumbuh antara 15 – 30 m dengan batang sampai dengan panjang 12m dan diameter 50cm. Tumbuhan ini memiliki dedaunan yang lebat memiliki batang yang bengkok dan kulit pecah – pecah secara vertikal. Memiliki akar yang dangkal dan tumbuh menyebar. Daun dengan panjang dan lebar 1,5 – 2,5 cm, tebal, kasar dan melengkung. Tumbuhan ini memiliki bunga dengan  Bunga panjang 8 cm. Nama akasia berasal dari kata Yunani ‘akis‘ yang berarti titik atau duri dan julukan spesifik berasal dari bahasa Latin ‘telinga auricula’-eksternal hewan dan’ forma-bentuk, angka atau bentuk. Tanaman ini banyak ditanam di daerah tropis Asia dengan penanaman yang luas di Cina dan India. Di Malaysia Barat itu juga menjadi naturalisasi. Acacia auriculiformis tumbuh diatas permukaan laut 400 m, tetapi yang paling umum pada ketinggian kurang dari 80 m. Hal ini terutama ditemukan di dataran rendah tropis kering musiman di zona lembab dan sub-lembab. Curah hujan tahunan rata-rata di kisaran alami bervariasi dari 700-2000 mm, dan musim kemarau (yaitu curah hujan bulanan kurang dari 40 mm) mungkin 7 bulan. Rata-rata suhu maksimum bulan terpanas adalah 32-34 derajat C dan minimum rata-rata bulan paling keren adalah 17-22 derajat C. Spesies ini umumnya riparian, yaitu dering sungai dan anak sungai abadi semi-abadi, dan cenderung membentuk diskontinyu populasi di sepanjang sistem drainase. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Fabaceae – Mimosoideae.

            Bagian-bagian dari tanaman yang bersangkutan dalam pengangkutan nutrisinya adalah akar, batang, dan daun, yang disebut organ vegetasi. Daun, seperti halnya dengan yang lain, tunduk pada banyak modifikasi, dan memang kadang-kadang dibuat untuk melayani tujuan selain yang dedaunan, tetapi fungsi utamanya adalah bahwa menguraikan bahan mentah yang disediakan oleh akar dan diserap dari udara menjadi zat yang akan memelihara dan melanjutkan pertumbuhan tanaman. Proses  ini membutuhkan cahaya matahari, dan salah satu proses yang terkait dengan itu adalah penguapan, maka daun umumnya dibangun dan diatur pada batang sedemikian rupa untuk mengekspos permukaan terbesar terhadap pengaruh cahaya, dan biasanya menyajikan yang menguap yang luas dan menyerap permukaan ke atmosfer. Bagian batang tempat melekatnya atau duduknya daun dinamakan buku – buku atau nodus batang dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun atau axilla. Daun biasanya tipis melebar kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya beerwarna hijaudan menyebabkan tumbuhan atau daerah yang ditempati tumbuh – tumbuhan Nampak hijau pula. Bagian tumbuhan ini mempunyai umur terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuningan – kuningan dan akhirnya menjadi perang. Jadi daun yang telah tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan daun yang masih segar. Daun yang runtuh diganti dengan daun yang daun yang baru, dan biasanya jumlah daun baru yang terbentuk melebihi jumlah daun yang gugur, sehingga pada tumbuhan yang semakin besar kita dapati jumlah daun yang semakin besar pula, sehingga  suatu batang pohon Nampak makin lama makin rindang.

            Pada Acacia auriculiformis memiliki daun majemuk, namun dalam perkembangannya daun majemuk hanya berthan pada saat tanaman tersebut masih muda, dan fungsi daun sebagai organ fotosintesis digantikan oleh suatu struktur yang dinamakan filodia. Filodia ini memiliki struktur dan manfaat yang sama dengan daun. Namun filodia atau Filodium (phyllodium) merupakan tangkai daun yang pipih menyerupai daun dan berfungsi seperti daun, misalnya pada Acacia auriculiformis. Filodium tersebut tersusun dalam fitotaksis dan terdapat pada pucuk-pucuk batang. Dilihat dari sayatan paradermalnya, tampak stomata dan klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis.  Dari beberapa bukti yang dipaparkan diatas, filodium tampak seperti daun pada Acacia auriculiformes, namun organ tersebut bukanlah daun dari tumbuhan tersebut. Organ tersebut adalah tangkai daun yang termodifikasi berkembang memipih seperti daun sebagai organ fotosintesis (Fahn, 1982). Jika diamati lebih jauh lagi, kedua sisi permukaan filodium tidak terdapat sisi abaksial dan sisi adaksial sehingga kedua sisi filodium tampak sama. Tulang daun yang terdapat pada filodium tidak tersusun sesuai dengan pola yang biasa dijumpai pada daun umumnya. Secara anatomi berdasarkan sayatan melintang, berkas pembuluh tersusun berpasangan (berkas pembuluh lebih dari 1) sejajar pada kedua sisi permukaan sehubungan dengan bentuknya yang pipih. Pada batang umumnya (normal) berkas pembuluh tersusun melingkar.

            Oleh sebab itu perlu mempelajari bagaimana dan darimana asalnya terbentuk daun filodia pada Acacia auriculiformis. Pengamatan pada suatu individu yang dimulai dari perkembangan awal sampai akhirnya disebut dengan ontogeny. Dimana  Ontogeni (atau ontogenesis, morfogenesis) mendeskripsikan asal-usul dan perkembangan organisme sejak dari teluryang dibuahi ke bentuk dewasanya. Salah satu contoh onogeni adalah daun akasia ( Acacia auriculiformis ). Bentuk primordialnya atau dari keadaan jouvenil sampai dewasa memiliki bentuk yang berbeda. Dengan menerapkan prinsip ontogeni maka kita akan dapat mengetahui bagaimana dan darimana asal daun filodia pada acacia auriculiformis. Oleh sebab itu dilakukan ontogeny Acacia auriculiformes.

 2. Material dan Metode Penelitian

  • Material

Alat-alat yang kami gunakan selama pengamatan, antara lain:

  1. Botol plastic
  2. Penggaris
  3. Camera handphone
  4. Pisau
  5. Paku

Sedangkan bahan-bahan yang ami gunakan dalam pengamatan ini antara lain:

  1. Biji Acacia auriculiformes sebanyak 5 biji
  2. Tanah campur pasir
  3. air

 

  • Metode Penelitian

Metode penelitian atau cara kerja kami dalam penelitian ini, antara lain:

  1. Memotong botol plastic menggunakan pisau untuk mendapatkan bagian bawah botol dengan panjang ± 7cm, bagian inilah yang akan digunakan sebagai wadah untuk menanam biji akasia.
  2. Melubangi bagian botol dengan paku dengan jumlah lubang 4-6 lubang.
  3. Mengisi wadah yang sudah dilubangi dengan campuran tanah dengan pasir sampai wadah tersebut hampir penuh.
  4. Menanam 5 biji akasia ke dalam wadah yang sudah terisi tanah campur pasir dengan letak sedikit berjauhan.
  5. Menyiram biji 2 kali sehari, yaitu setiap pagi dan sore dengan air secukupnya agar media tanam selalul lembab untuk memudahkan perkecambahan.
  6. Mengamati dan mengambil gambar setiap perubahan ynag terjadi pada biji akasia yang sudah ditanam sampai terbentuknya filodia pertama.

 3. Hasil Pengamatan

Tabel hasil pengamatan pertumbuhan Acacia auriculiformis mulai dari pertama kali ditanam sampai tumbuhnya filodia:

Hari ke- Hari dan tanggal Tinggi tumbuhan Jumlah daun Keterangan
1 Kamis, 28 Maret 2013 Biji akasia baru disemai atau ditanam.
2 Jum’at, 29 Maret 2013 Belum ada perubahan.
3 Sabtu, 30 Maret 2013 0,25 cm Biji mulai berkecambah dan muncul ke permukaan tanah pada media tanam.
4 Minggu, 31 Maret 2013 0,5 cm Kecambah tumbuh semakin tinggi.
5 Senin, 1 April 2013 1 cm Sudah dapat dibedakan akar dan batang.
6 Selasa, 2 April 2013 1,5 cm Tinggi batang mulai bertambah.
7 Rabu, 3 April 2013 2 cm Kulit biji lepas dari kotiledon dan batang tumbuh semakin tinggi.
8 Kamis, 4 April 2013 2,5 cm Bakal daun mulai tumbuh dan terlihat diantara kotiledon.
9 Jum’at, 5 April 2013 3,5 cm 1 helai daun majemuk (10 anak daun) Daun majemuk pertama hampir terbuka sempurna.
10 Sabtu, 6 April 2013 5 cm 1 helai daun majemuk (12 anak daun) Daun majemuk sudah ,ulai terbuka sebagian.
11 Minggu, 7 April 2013 5,5 cm 1 helai daun majemuk (12 anak daun) Semua anak daun majemuk sudah terbuka sempurna dan batang tumbuh semakin tinggi.
12 Senin, 8 April 2013 6 cm 1 helai daun majemuk (12 anak daun) Bakal daun majemuk kedua mulai terlihat dan tumbuhan semakin tinggi.
13 Selasa, 9 April 2013 6,5 cm 1 helai daun majemuk (12 anak daun) Tumbuhan semakin tinggi dan bakal daun majemuk kedua semakin jelas terlihat
14 Rabu, 10 April 2013 7 cm 1 helai daun majemuk (12 anak daun) Bakal daun majemuk kedua semakin tumbuh namun anak daun masih belum jelas.
15 Kamis, 11 April 2013 7 cm 1 helai daun majemuk (12 anak daun) Bakal daun majemuk kedua dan ketiga mulai tumbuh namun tinggi tumbuhan tetap.
16 Jum’at, 12 April 2013 7,1 cm Daun majemuk 1 (12 AD), daun majemuk 2 dan 3 (10 AD) Daun majemuk kedua dan ketiga mulai terbuka sempurna serta tumbuhan bertambah tinggi namun sangat lambat.
17 Sabtu, 13 April 2013 7,1 cm Daun majemuk 1 (12 AD), daun majemuk 2 dan 3 (10 AD) Tinggi tumbuhan masih sama seperti hari ke 16 dan memiliki 3 helai daun majemuk.
18 Minggu, 14 April 2013 7,2 cm Daun majemuk 1 (12 AD), daun majemuk 2 dan 3 (10 AD) Pertambahan tinggi  tumbuhan masih lambat dan memiliki 3 helai daun majemuk
19 Senin, 15 April 2013 7,3 cm Daun majemuk 1 (12 AD), daun majemuk 2 dan 3 (10 AD) Bakal daun ke 4 dan 5 mulai terlihat namun pertumbuhan tinggi tumbuhan masih lambat.
20 Selasa, 16 April 2013 7,3 cm Daun majemuk 1 (12 AD), daun majemuk 2 dan 3 (10 AD) Bakal daun ke 4 dan ke 5 semakin tumbuh serta kotiledon mulai menyusut dan berwarna kekuning-kuningan.
21 Rabu, 17 April 2013 7,5 cm Daun majemuk 1 (12 AD), daun majemuk 2 dan 3 (10 AD) Daun ke 4 dan ke 5 mulai terpisah yang sebelumnya saling berdempetan namun belum terbuka serta kotiledon semakin menyusut dan berwarna kuning gelap.
22 Kamis, 18 April 2013 7,5 cm Daun majemuk 1 (12 AD), daun majemuk 2 dan 3 (10 AD) Daun ke 4 dan ke 5 mulai terbuka namun belum terbuka sempurna serta kotiledon mulai berwarna coklat.
23 Jum’at, 19 April 2013 8 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Daun ke 4 dan ke 5 semakin terbuka dan jelas jumlah anak daunnya serta kotiledon menjadi kering.
24 Sabtu, 20 April 2013 8,2 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Semua daun majemuk semakin berkembang dan kotiledon sudah hilang.
25 Minggu, 21 April 2013 8,3 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Pertambahan tinggi tumbuhan masih lambat, kemungkinan karena bertambahnya jumlah daun pada tumbuhan tersebut.
26 Senin, 22 April 2013 8,5 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Terlihat tunas baru muncul.
27 Selasa, 23 April 2013 9 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Pertambahan tinggi tumbuhan semakin bertambah signifikan dan tunas baru semakin tumbuh.
28 Rabu, 24 April 2013 9,2 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Pertambahan tinggi tumbuhan kembali lambat.
29 Kamis, 25 April 2013 9,5 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Tunas baru tersebut mulai tampak jelas seperti bakal filodia yang akan tumbuh.
30 Jum’at, 26 April 2013 9,8 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Filodia pertama muncul namun masih berukuran kecil dengan panjang ± 2 cm.
31 Sabtu, 27 April 2013 10 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Pada ujung filodia pertama muncul tunas yang akan menjadi daun majemuk.
32 Minggu, 28 April 2013 10 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Tunas pada ujung filodia pertama berkembang menjadi dua helai daun majemuk.
33 Senin, 29 April 2013 10,5 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Filodia pertama semakin tumbuh panjang dan dua helai daun majemuk di ujungnya mulai terbuka.
34 Selasa, 30 April 2013 11 cm 1: 12 AD, 2: 10 AD, 3: 10 AD, 4: 12 AD dan 5: 12 AD Selain filodia I, tumbuh juga filodia ke 2. dimana kedua filodia ini tumbuh semakin panjang dan lebar.

 4. Diskripsi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pembentukan filodia pertama pada tumbuhan Acacia auriculiformis. Sehingga focus pengamatan kami hanya sampai filodia pertama terbentuk. Dimana filodia adalah bagian tumbuhan yang bentuknya seperti daun namun itu bukanlah daun yang sebenarnya karena itu sebenarnya merupakan tangkai daun yang memipih. Pada awal pertumbuahn, tumbuhan akasia memang memiliki helaian daun berupa daun majemuk. Namun setelah filodia pertama muncul atau tumbuh, akasia tidak lagi memiliki helaian daun. Sehingga proses fotosintesis pada akasia bukan oleh daun melainkan oleh filodia yang memipih dan berwarna hijau seperti daun. Dalam penelitian, walaupun kami mengguanakan 5 biji akasia namun yang akan menjadi pusat penelitian kami hanya satu biji saja. Biji yang menjadi focus penelitian kami adalah biji yang pertama kali berkecambah. Untuk memudahkannya kami memberiakn tanda panah pada tumbuhan akasia yang menjadi focus pengamatan kami.

Pada hari pertama dan kedua sejak pertama kali disemai, biji belum memperlihatkan perubahan. Baru pada hari ketiga biji mulai tumbuh kepermukaan dan tampak sudah berkecambah. Dimana perkecambahan pada biji akasia ini termasuk perkecambahan epigeal karena kotiledonnya terangkat ke atas permukaan tanah.

1

Pertumbuhan pada hari ke 3

Pada hari keempat sampai hari keenam, kecambah akasia menampakkan pertumbuahan yang signifikan. Diamana setiap harinya terjadi pertambahan tinggi yang signifikan dengan rata-rata 0,5 cm. Selain itu juga kecambah sudah dapat dibedakan antara bagian yang akan menjadi akar dan bagian yang akan menjadi batang serta kulit biji sudah terlepas dari kotiledon. Disamping itu, biji-biji akasia yang lain mulai ikut berkecambah dan keluarke atas permukaan tanah.

24

Pertumbuhan hari ke 4 (kiri) dan hari ke 5 (kanan)

5 (2)

Pertumbuhan hari ke 6

Selanjutnya pada hari ketujuh dan kedelapan tinggi tumbuhan akasia semakin bertambah di ikuti dengan pertumbuhan akasia-akasia lain. Dalam penelitian ini yang menjadi focus pengamatan kami hanya satu tumbuhan akasia saja, dimana tumbuhan yang kami amati adalah tumbuhan yang ditunjuk oleh panah. Padahari ketujuh kotiledon semakin terbuka dan memperlihatkan calon tunas di antara dua kotiledon tersebut. Selanjutnya pada hari kedelapan tunas terseeebut semakin jelas dan tumbuh keluar dari kotiledon.

67

Pertumbuhan hari ke 7 (kiri) dan hari ke 8 (kanan)

Pada hari kesembilan dan kesepuluh helain daun pertama akasia sudah terlihat jelas dan tumbuh sempurna. Dimana daun akasia itu sendiri berupa daun majemuk. Helaian daun majemuk akasia yang pertama ini terdiri dari sepuluh anak daun dalam satu helainya. Daun majemuk ini tergolong dalam daun majemuk menyirip genap dengan jumlah anak daun yang genap. Selain tumbuhan yang menjadi focus pengmatan, tumbuhan akasia yang lain juga muncul daun pertamanya.

911

pertumbuhan hari ke 9 (kiri) dan hari ke 11 (kanan)

Pada hari keduabelas sampai hari kelima belas pada tumbuhan akasia yang menjadi focus pengamatan muncul calon daun kedua dan ketiga. Selain itu kotiledon menjadi semakin terbuka dan berwarna hijau tuaserta mengeras. Pada masa-masa pertumbuhan ini, pertambahan panjang tumbuhan akasia berjalan sangat lambat. Kemungkinan penyebabnya adalah karena nutrisi yang ada pada tumbuhan ini dimaksimalkan pada pertumbuhan daun-daun akasia.

1215

Pertumbuahn hari ke 12 (kiri) dan hari ke 15 (kanan)

Pada hari keenam belas sampai hari ke duapuluh sembilan pertambahan tinggi tumbuhan akasia masih berjalan lambat. Namun disisi lain pertumbuhan daun-dauny menjadi semakin cepat. Pada masa-masa per6umbuhan ini daun kedua dan ketiga sudah terbuka sempurna. Selanjutnya diikkuti oleh pertumbuhan daun keempat dan kelima yang semakin cepat. Sehingga sampai hari keduapuluh Sembilan total jumlah daun helaian daun majemuk akasia ini adalah 6 helai daun majemuk. Menginjak hari ke duapuluh empat kotiledon menjadi kering dan menyusun lalu pada akhirnya tanggal dari batang tumbuhan akasia

1618

Pertumbuhan ke 16 (kiri) dan hari ke 18 (kanan)

23

Pertumbuhan hari ke 23

Selanjutnya pada hari ketiga puluh muncullah tunas yang menjadi bakal filodia pertama untuk tumbuhan akasia. Pada hari selanjutnya bakal filodia tersebut semakin tumbuh memanjang dan memipih membentuk filodia pertama pada tumbuhan akasia yang menjadi pusat pengamatan. Pada hari ke tiga puluh satu muncul tunas pada ujung filodia yang pada hari selanjutnya berkembang menjadi dua helai daun majemuk. Pada hari ke tiga puluh dua muncul tunas baru yang pada hari selanjutnya berkembang manjadi filodia kedua pada tumbuhan akasia yang menjadi focus pengamatan. Pengamatan terakhir yaitu pada hari ke tigapuluh empat dimana dua filodia, yaitu filodia pertama dan filodia kedua sudah berkembang dengan dangat baik.

34

Pertumbuhan hari ke 32

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s