PERBEDAAN ANTARA SEL EUKARIOTIK DAN SEL PROKARIOTIK

Replikasi pada Sel Eukariotik

Replikasi sangat berhubungan dengan pembelahan sel pada semua organisme  termasuk pada sel prokariotik dan sel eukariotik. Pembelahan sel pada eukariotik terjadi melalui siklus sel. Tidak seperti sel prokariotik dimana sel tersebut dua kali lebih cepat dibawah batas optimal sekurang-kurangnya sama dengan 20 menit sedangkan pada siklus sel eukariotik membutuhkan beberapa waktu selama 18 sampai 24 jam untuk menyelesaikannya. Continue reading

IPA 1 Community of MAN 1 Mataram (2011)

Salah satu unforgetable moment dalam hidup saya adalah ketika saya memasuki dunia putih abu-abu. Masa-masa yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. masa-masa yang begitu meriah, karena saya tidak pernah merasa sendiri. Ada mereka yang selalu ada untuk saya. mulai dari bahagia bareng, sedih bareng, belajar bareng, gila-gila’an bareng, gokil bareng, nakal bareng sampai pernah masuk BP bareng (kalau yang ini jangan ditiru ya!!! karena ini bagian dari ketidak sengajaan). karena kami “satu untuk semua” satu yang sedih semua harus sedih, satu yang bahagia semua harus bahagia, tidak ada istilah aku, kamu, saya, elo, dia, gue, tapi yang kami tahu hanya satu “KITA”. Sampai detik ini walaupun kita tidak lagi dalam kelas yang sama, menggunakan pakaian seragam yang sama, ¬†melakukan banyak hal bersama, tapi satu yang masih sama, bahwa “KITA” selamanya akan tetap menjadi “KITA”.

Continue reading

SUPERVISI PENDIDIKAN

A. PENGERTIAN, FUNGSI DAN PERAN SUPERVISI

1. Pengertian Supervisi

Sebelum supervisi dibahas secara lebih rinci, terlebih dahulu perlu diterangkan beberapa istilah yang dijumpai di dalam praktek, yang isi kegiatannya mirip dengan supervisi. Istilah-istilah yang dimaksud adalah: inspeksi, penlikan, pengawasan, monitoring, dan penilaian. Inspeksi berasal dari bahasa Belanda inspective . Didalam bahasa Inggris dikenal inspection. Kedua kata tersebut berarti pengawasan, yang terbatas kepada pengertian mengawasi apakah bawahan (dalam hal ini guru) menjalankan apa yang telah diinstruksikan oleh atasannya, dan bukan berusaha mambantu gguru itu (Ngalim Purwanto, 1990). Pelakunya disebut inspektor. Inspektor pendidikan bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan sekolah, masalah ketatusahaan, masalah kemuridan, keuangan, dan sebagainya sampai kepada proses belajar-mengajar. Continue reading