EVOLUTION VS CREATION

 

ASAL- USUL KEHIDUPAN

(EVOL UTION VS CREATION)

Oleh: Jumatun Nikmah

           Asal usul kehidupan hingga saat ini masih menjadi misteri yang belum bisa dipecahkan. Tidak ada satu orang bahkan satu ilmuwan pun di bumi ini yang bisa menjelaskan  dan membuktikan dengan pasti mengenai asal-usul kehidupan. Melainkan  saat ini banyak bermunculan teori-teori mengenai asal-uasul kehidupan. Ada yang menjelaskannya berdasarkan fenomena alam,seperti Teori Abiogenesis, Teori Biogenesis dan Teori Cosmozoik serta Teori Evolusi. Ada juga yang berlandaskan cerita nenek moyang dan religius, seperti Kisah Zaman Cina Kuno, Kisah Bangsa Yunani dengan Banjir Besar dan Kisah penciptaan Versi Umat Islam serta masih banyak lagi teori-teori lain yang lengkap dengan bukti-bukti yang meyakinkan.  Namun yang paling menimbulkan pro dan kontra dikalangan penduduk bumi hingga saat ini adalah teori evolusi (evolution) dan teori penciptaan (creation). Pasalnya antara kedua teori tersebut sangat bertolak belakang, namun masing-masing  memiliki bukti yang mendukung teori tersebut.

Teori evolusi (evolution) merupakan teori yang paling banyak diyakini oleh penduduk bumi. Karena semakin hari semakin banyak bukti yang ditemukan para ilmuwan terkait dengan teori ini, mulai dari ditemukannya banyak variasi makhluk hidup sampai  banyak ditemukannya fosil-fosil makhluk hidup zaman dahulu (pra sejarah).  Evolusi itu sendiri adalah perubahan  yang terjadi pada makhluk hidup yang berlangsung secara bertahap dan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Ada banyak ahli yang berpendapat bahwa evolusi yang menyebabkan keanekaragaman makhluk hidup. Untuk itu ada beberapa tokoh yang sudah tidak asing lagi dalam ilmu sains yang mendasari munculnya teori evolusi. Tokoh pertama, George Cuvier yang menjelaskan bahwa setiap periode sejarah dari bumi pasti diakhiri dengan bencana alam yang dapat memusnahkan makhluk hidup dan setelah itu diciptakan makhluk hidup yang baru. Teori ini muncul berdasarkan penemuan terhadap fosil hewan dan tumbuhan pada sedimen batu. Tokoh kedua, J.B De Lamarck yang menyatakan bahwa makhluk hidup akan beradaptasi dengan lingkungan baik secara fisiologis, morfologis dan tingkah laku. Lamarck mengatakan bahwa ” …organ tubuh nakhluk hidup yang sering digunakan akan berkembang sementara organ tubuh yang jarang digunakan akan mereduksi bahkan menghilang..”. Beliau mengambil sampel dari jerapah, dahulu jerapah memiliki leher pendek, tetapi karena jerapah berusaha mencapai makanan berupa daun yang berada dipohon yang sangat tinggi sehingga lehernya memanjang dan akibatnya keturunan jerapah hingga saat ini berleher panjang.

Tokoh ketiga, yaitu tokoh yang paling terkenal dengan teori evolusinya, beliau adalah Charles Darwin. Banyak hal yang berkaitan dengan evolusi yang Darwin kemukakan, khususnya dalam buku pertamanya yang berjudul “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection” yang artinya “ Asal-usul Spesies Melalui Seleksi Alam”. Dalam bukunya tersebut Darwin mengatakan bahwa di alam jumlah keturunan yang lahir jauh lebih banyak dati jumlah yang bisa bertahan hidup. Karena untuk mempertahankan hidupnya, suatu spesies akan melakukan kompetisi dengan spesies lain terutama dalam hal makanan. Sehingga spesies yang memiliki kemampuan bertahan lebih tinggi akan  bertahan lebih lama serta bisa memproduksi keturunan baru yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Sedangkan yang memiliki kemampuan bertahan rendah akan tergeser bahkan punah. Inilah yang Charles Darwin namakan dengan seleksi alam.

Darwin juga mengatakan bahwa semua spesies yang ada di muka bumi ini telah berevolusi dari beberapa nenek moyang yang sama dan spesies itu sendiri merupakan keturunan yang berasal dari satu bentuk kehidupan yang sangat sederhana.

Dalam bukunya yang terbit kemudian “The Descent of Man”  yang berarti “ keturunan manusia”, Darwin menerapkan teorinya tentang seleksi alam pada evolusi manusia. Hal inilah yang bertentangan dengan teori penciptaan. Karena dalam teorinya, Darwin percaya bahwa manusia dan kera sama-sama berevolusi dari nenek moyang yang sama, yaitu kera.

Teorinya ini semakin kuat setelah ditemukan begitu banyak fosil-fosil manusia purba di berbagai belahan bumi oleh para pemburu fosil. Dan  setiap fosil yang ditemukan pada zaman yang berbeda telah mengalami perubahan (evolusi). Setelah dibandingkan antara bentuk fosil manusia purba dengan fosil kera mempunyai banyak kemiripan, mulai dari bentuk wajah sampai postur tubuhnya. Namun yang membedakan mereka hanya sedikit dan yang paling menonjol adalah cara berjalan mereka. Dimana kera kita ketahui berjalan membungkuk menggunakan kaki dan tangan mereka sedangkan manusia purba berjalan tegak hanya memggunakan kaki.

Hingga saat ini teori Charles Darwin semakin berkembang dan semakin meyakinkan penduduk bumi bahwa asal-usul kehidupan berasal dari evolusi seperti yang Darwin kemukakan.

Lalu bagaimana dengan teori penciptaan (creation)???  Mengapa dapat menimbulkan pro dan kontra dengan teori evolusi (evolution)??? Pertanyaan ini akan terjawab setelah kita mengetahui apa itu teori penciptaan.  Teori penciptaan diperoleh tidak berdasarkan eksperimen. Teori ini beranggapan bahwa makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan seperti apa adanya. Dalam teori ini tidak disinggung mengenai asal-usul materi kehidupan.

Teori penciptaan ini pada umumnya diyakini oleh umat islam. Karena teori ini telah tercantum dalam kitab suci kepercayaan umat islam yaitu Al-Q ur’an. Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang berisi firman-firman Tuhan (Allah SWT)  yang kebenarannya sudah tidak diragukan lagi. Kitab suci Al-Qur’an dijadikan pedoman bagi umat islam dalam menjalankan kehidupan.

Dalam  Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah SWT. telah menciptakan dunia ini beserta isinya baik hewan, tumbuhan, gunung maupun lautan utuh seperti adanya sekarang. Tidak perlu mengalami evolusi atau perubahan terlebih dahulu. Kemudian Allan SWT.menciptakan manusia pertama sesuai dengan bentuk manusia zaman sekarang yaitu nabi Adam. Dalam kitab suci Al-Qur’an, nabi Adam diciptakan dari sari pati tanah. Perlu kita ketahui bahwa jika Allah SWT.berkehendak unStuk menciptakan sesuatau, Dia cukup mengucapkan “ kun fayakun” maka seketika jadilah apa yang dikehendaki Allah SWT.. Nanum tidak ada yang mengetahui bagaimana proses penciptan manusia pertama yaitu nabi Adam. Itu semua merupaka rahasia Allah SWT.yang harus diyakini umat manusia.

Dikisahkan dalam Al-Qur’an, setelah  nabi Adam diciptakan, beliau diperintahkan untuk tinggal di surga oleh Allah SWT.dan menikmati segala isinya kecuali satu  pohon terlarang yaitu pohon Khuldi. Karena Allah Maha Tahu bahwa nabi Adam merasa kesepian tinggal sendiri di surga. Oleh karenanya Allah SWT. menciptakan pendamping hidup untuk nabi Adam. Allah SWT. menciptakan manusia kedua yaitu Hawa yang Allah ciptakan dari tulang rusuk nabi Adam. Nabi Adam dan Hawa dinikahkan oleh Allah SWT. di surga dan mereka hidup bersama di surga. Namun beberapa waktu kemudian karena termakan oleh rayuan syetan, nabi Adam dan Hawa melanggar larangan Allah. Mereka memakan buah dari pohon yang di larang oleh Allah SWT. Sehingga akhirnya mereke pun diusir dari surga untuk tinggal di bumi yang kita tempati sekarang ini. Disinilah awal dari peradaban manusia yang ada sekarang. Berdasarkan kepercayaan umat islam, semua manusia yang ada di bumi ini berasal dari satu nenek moyang yaitu nabi Adam, yang Allah SWT. ciptakan utuh dalam bentuk manusia sebagaimana adanya sekarang.

Teori penciptaan juga di yakini oleh kaum ibrani dan Kristen dalam kitab suci mereka. Dikatakan dalam kitab suci Perjanjian Lama, Tuhan (Allah SWT) menciptakan dunia ini beserta isinya dalam waku enam hari. Dan Allah juga menciptakan manusia dalam bentuk utuh apa adanya seperti manusia yang ada sekarang.

Bagaimana??? Antara teori evolusi (evolition) dan teori penciptaan (creation) sangat bertolak  belakang bukan. Diantara keduanya memiliki ciri khas tersendiri yang masing-masing mampu menimbulkan keyakinan kepada siapa saja yang meyakini salah satu teori ini. Namun tidak sedikit juga diantara penduduk bumi yang tidak meyakini kedua teori ini. Karena mereka masih belum memahami mengenai dari mana sebenarnya kita berasal.

Itulah mengapa hingga saat ini belum ada jawaban yang pasti mengenai asal-usul kehidupan,  terutama kita sebagai manusia yang memiliki akal. Apakah kita akan memilih untuk tetap seperti ini tidak tahu mengenai asal-usul kita atau bahkan kita akan menciptakan teori-teori baru yang jauh lebih banyak dan lebih meyakinkan  lagi???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s